Thursday, February 11, 2016

"Memento", film anti-mainstream dari sutradara jenius "Cristopher Nolan"





Director       : Christopher Nolan
Writers        : Christopher Nolan (screenplay), Jonathan Nolan (short story "Memento Mori")
Stars            : Guy Pearce, Carrie-Anne Moss, Joe Pantolia
IMDB Rating  : 8,5/10
Brilian dan cerdas, itulah 2 kata yang bisa saya katakan setelah menonton film besutan Cristopher Nolan ini. . Film ini juga menjadi salah satu awal karya-karya masterpiece Nolan seperti trilogi The Dark Knight, The Prestige, Inception, serta tentu saja Interstellar. Jujur saya menontonnya sampai 2 kali untuk bisa benar-benar memahami apa sebenarnya yang disampaikan film ini. Alur yang disampaikan bukan hanya maju mundur, tapi perpaduan keduanya, yang mungkin akan membuat anda akan melongo sebentar sesaat setelah menontonnya untuk sembari bertanya " Kok bisa ada ya film seperti ini ?, apa maksud ceritanya ?".
Well, justru inilah yang menjadi kelebihan film ini. Film ini sebenarnya menceritakan tentang seorang pria yang menderita anterograde amnesia sehingga kesulitan membuat ingatan jangka pendek. Ia berusaha menemukan pembunuh istrinya dengan tato serta catatan-catatan yang dibuatnya untuk membantu mengingat. Artis yang bermain dalam film ini antara lain adalah Guy Pearce (Leonard Shelby), Carrie Anne Moss (Natalie), Joe Pantoliano (Teddy Gammel). Film ini mendapatkan 78 nominasi di festival-festival film dunia maupun dari organisasi kritikus film, 45 diantaranya dimenangkan oleh film ini. Jika biasanya banyak film yang memberikan twist di akhir film, disini justru sebenarnya disajikan di awal film, namun karena alurnya benar-benar dibuat secara acak ( edan pokoknya Mr. Nolan :p), kita tidak menyadarinya. Disini kita selaku penonton harus cerdas mengumpulkan lalu mengurutkan alur ceritanya secara urut, setelah itu baru anda paham dengan ceritanya dan akan berkata dalam hati “Oh, ternyata dia pembunuhnya...!!!”.  Kalau ada yang langsung mudeng (tanpa lihat spoiler tentunya !) dengan ceritanya, saya akui anda memang jenius !
Dengan budget yang terbilang kecil, film ini dikemas dengan sangat sempurna oleh Nolan, bahkan akan membuat kita merasakan bagaimana menjadi orang yang mengalami kerusakan pada memori jangka pendeknya sehingga ia tidak mengingat kejadian yang terjadi padanya bahkan pada 5 menit sebelumnya !


       Bagi anda yang suka film-film anti mainstream, film ini sangat saya rekomendasikan, so, selamat berpusing ria !

Saturday, August 29, 2015

Review Film The Shawsank Redemption (1994)

Review Film The Shawsank Redemption (1994)

       Assalamualaikum. Beberapa minggu yang lalu saya iseng-iseng browsing ke internet mengenai film yang direkomendasikan untuk ditonton. Setelah mencari, saya menemukan satu judul film yang paling direkomendasikan yaitu The Shawsank Redemption. Film ini cukup lama juga tahun rilisnya, yaitu tahun 1994. Hal yang membuat saya penasaran untuk menonton film ini adalah karena rating filmnya di situs imdb yang mencapai 9,4, atau dengan kata lain film dengan rating terbaik di situs tersebut. Awalnya saya cenderung tidak tertarik untuk menonton film tersebut, karena genrenya drama, dan saya lebih menyukai genre science fiction, belum lagi durasinya yang mencapai hampir dua setengah jam. Namun karena penasaran, akhirnya film ini pun saya tonton juga.
     Sebelumnya saya memohon maaf kalau ada sedikit spoiler yang mungkin tidak sengaja saya bocorkan, tapi sebisa mungkin saya mencoba untuk menghindarinya, bagi anda yang belum pernah menonton film ini. Bercerita mengenai Andy Dufresne (Tim Robbins) yang dituduh melakukan kejahatan dengan membunuh istrinya yang sedang berselingkuh dengan pria lain, akhirnya Andy pun terpaksa masuk penjara, walaupun sebenarnya proses pengadilannya tidak tuntas karena bukti kuncinya tidak ditemukan. Disinilah kita diperlihatkan bagaimana sesungguhnya kehidupan di penjara yang begitu keras, dan mau tidak mau Andy pun harus bisa menghadapinya. Beruntung, ada seorang narapidana yang sudah 10 tahun berada di penjara tersebut, yaitu  Ellis Redding (Morgan Freeman) yang biasa dipanggil Red yang akhirnya menjadi teman paling dekat bagi Andy. Dari awal Andy memang meiliki kepribadian yang berbeda dari napi yang lain, ia begitu tenang, dan memang ia merasa tidak bersalah karena kejahatan yang dituduhkan kepadanya.
   Pada awal alurnya, memang film ini terkesan begitu membosankan ,akan tetapi tetaplah tonton sampai pertengahan, dimana anda akan sangat tertarik dengan alurnya dan tentu saja, di akhir film ini anda akan disuguhkan fakta yang sangat mengejutkan tentang Andy. So, buat anda yang butuh film untuk inspirasi dan menambah semangat, rasanya film ini sangat cocok untuk anda tonton. Ada satu quotes yang menjadi favorit saya dari film ini, yaitu ketika Andy berbicara kepada Red, yang terlihat begitu putus asa : "Remember Red, hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies"